Pusat Data dan Informasi

Pusat Data dan Informasi

Pencarian Artikel

Tampilkan postingan dengan label fadilah sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fadilah sedekah. Tampilkan semua postingan

VIDIO”Nasehat Sederhana Dari Mudir Ma’had Qur’anic healing Indonesia

BAHAGIA ITU SEDERHANA
Menggapai Bahagia Dengan bersukur
Ada orang tertusuk duri bagai tertimpa gunung
Tapi ada juga yang tertimpa gunung bagai tertusuk duri.
Dan kualitas iman lah yg bisa membedakan itu semua.
Semoga sedikit nasehat ini bermanfaat untuk sahabat semua terkhusus diri saya sendiri.


MOTTO : MEMBENTUK GENERASI BERTAUHID,BEBAS NARKOBA,BEBAS GANGGUAN JIWA,CERDAS YANG BERAQIDAH SHAHIHAH DAN BERAKHLAQ KARIMAH. ðŸ“  Pondok Pesantren Rehabilitasi Qur’anic Healing Indonesia.
📩📦 Jln Tedy Lintam Rt/Rw 07/03 Desa.Pematang tebih Kota. Ujungbatu. Kabupaten Rokan Hulu, Riau 28554, Indonesia
☎ 085355991986/ 08128880885
🌎 Web site www.pondokrehabilitasi.com
Fans Fage : https://www.facebook.com/pusatrehabilitasinarkoba/
Facebook : https://www.facebook.com/pondokrehabilitasi
Lanjut..

Siapa Suami Kita?

SEANDAINYA bisa memilih, pastinya para istri di dunia menginginkan pasangan hidup mereka bak selebritis. Tampan, kaya, baik hati, romantis, sholeh dan setia. Terbayang kan kalau sang suami itu pujaan banyak wanita, tapi ia menjatuhkan pilihannya pada hanya satu orang wanita, yaitu kita.
Seperti lagu-lagu cinta, suami siap menjadi teman untuk suka ataupun duka. Saat kita senang, ia memberikan penghargaaan dan pujian. “Saya bangga punya istri seperti kamu, sudah cantik,pinter lagi.” Melayang rasanya kalau kata-kata itu keluar dari suami tercinta. Atau saat kita bersedih ia berempati,”jangan sedih, biar saja orang lain tidak nerima dakwah kita, yang penting kan Allah dan saya ridho dan menerima,” sementara dadanya menjadi penampung tumpahan air mata kita. Sederhana tapi meringankan beban di dada.
Atau para istri juga berharap kalau suami selalu ingat tanggal kelahiran kita atau tanggal pernikahan kita, meskipun pernikahan itu sudah bertahun-tahun lamanya. Lalu di pagi hari sambil memeluk mesra ia berbisik lembut di telinga,”selamat ulang tahun saying, semoga panjang umur dan selalu diridhoi Allah,”. Kemudian ia mengeluarkan kado istimewa, sebatang coklat kegemaran kita. Rasanya tidak ada orang yang lebih berbahagia pada hari itu di dunia selain diri kita.
Para muslimah pastinya juga menginginkan suami-suami mereka rajin beribadah, semangat berdakwah, bertanggungjawab dan tidak lupa mengajak istrinya ikut serta meraih pahala. Begitulah kira-kira suami idaman setiap muslimah di dunia.
Tapi sadarlah wahai para muslimah, kita menikah dengan seorang manusia, makluk dari planet Bumi yang memiliki akal dan perasaan. Bukan dari pangeran dari negeri impian. Akal membuatnya berpikir yang baik dan buruk, yang dapat membuatnya mengambil keputusan yang menyenangkan, sesuai agama atau tidak. Ia juga punya perasaan yang berisi emosi, senang, gembira, sedih, terluka, kesal dan dendam.
Adakalanya ia berbuat kebaikan, tapi adakalanya ia berbuat salah. Adakalanya ia begitu romantis, perhatian dan rajin beribadah, tapi ada saatnya pula ia seperti lupa bahwa ada seorang wanita yang mencintainya. Pada saat itu banyak muslimah yang bingung menghadapi suami, bahkan yang kecewa dan kesal pun tidak sedikit. Utamanya para ibu muda.
Agar tidak banyak kecewa, sejak awal mari kita sadari jika pernikahan bukanlah garis lurus, tapi ia kurva kehidupan yang tidak bisa diduga polanya. Mereka yang sadarlah yang harus mengembalikannya pada jalan yang benar, dengan nasihat dan cinta, bukan dengan kebencian. Tidak ada salahnya kita mendengar nasihat seorang penulis terkenal, Mark Twain;”Bekerjalah bagaikan tak butuh uang. Mencintailah bagaikan tak pernah disakiti. Menarilah bagaikan tak seorang pun sedang menonton.”
Ya, berpikirlah positif tentang suami kita, maka rumah tangga akan terasa menyenangkan. Terimalah suami kita apa adanya sambil berikhtiar untuk bersama-sama memperbaikinya. Janganlah terbuai dengan impian ‘indah’ kita dan memaksanya terwujud pada suami kita dalam seketika. Ada yang memang dapat diwujudkan, adapula yang berproses, ada pula yang harus dimaklumi. Lagipula, banyak orang yang lupa untuk bersyukur atas apa yang ia miliki, sementara banyak orang yang menginginkan hal itu pada diri mereka.
Beri kesempatan suami kita untuk menenangkan dan memperbaiki diri. Karena ia pun sebenarnya tengah memberikan kesempatan memperbaiki diri kepada dirinya sendiri dan juga kita, para istri. []
Sumber: Mengapa Menikah Itu Menyenangkan?. M. Iwan Januar. Bogor: Al Azhar Fresh Zone
Lanjut..

Sedekahkan Rezeki terbaik Antum

Alhamdulillah sebuah Proyek Pembangunan Masjid Dan pondok pesantre Rehabilitasi Quranic Healing Indonesia.
Sebuah pesantren yang memfokuskan diri untuk merehabilitasi generasi Nakal,Ganguan jiwa dan narkoba .
Kami berkomitmen berjuang di Medan ini karna melihat bahwa generasi umat islam banyak di hancurkan kehidupan nya oleh narkoba lalu angka kenakalan remaja yg sangat memprihatikan dan gangguan gangguan jiwa yg berserakan dimana mana.
Subhanallah ini lahan dakwah yang masih banyak belum di sentuh.
Dan ini  adalah tanggung jawab kita semua Umat Islam .dimana generasi umat Islam harus kita selamatkan.
Lalu kapan kita mulai.. ?
Sekarang !
Sekarang !
Tidak ada kata terlambat...
' ini Mega proyek untuk umat dan membutuhkan anggaran yang besar...
Dimana pondok ini dapat menampung santri lebih banyak,nyaman dan dengan fasilitas lebih baik.
Untuk itu saya mengajak Saudara Muslim saya dimana pun berada untuk ikut andil dalam perjuangan ini,untuk ikut berperan dalam Medan dakwah ini.
Dan benar kami harapkan kontribusi dari kaummuslimin.
Untuk itu Bagi Muhsinin yang ingin menyumbang kan bantuan berupa material boleh langsung di kirim ke areal pembangunan di Jln Tedy ,lintam ujung batu.
Bagi yg ingin mendonasikan Sebagian rezeki nya Boleh di tranfer ke rekening
Bank mandiri
Req: 1080014197363
An/M Andi Sidomulyo iklas

Untuk konfirmasi Donasi danTranfer hub/SMS 085355991986
...
Untuk semua Yang Sahabat persembahkn Jazakumullah.
Semoga menjadi Tabungan untuk di akhirat kelak.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَاكَسَبْتُمْ وَمِمَّآأَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ اْلأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِئَاخِذِيهِ إِلآَّ أَن تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ {267} الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِالْفَحْشَآءِ وَاللهُ يَعِدُكُم مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلاً وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمُُ {268}
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan jangan-lah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji. Setan men-janjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyu-ruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 267-268).

Silahkan di Share ..

Lanjut..
 
Sahabat Abu Qhois Sidomulyo S,ag - Berbagi Untuk Kemaslahatan Umat : Info Pon Pes Rqhi : 085355991986