Pusat Data dan Informasi

Pusat Data dan Informasi

Pencarian Artikel

Tampilkan postingan dengan label gangguan jin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gangguan jin. Tampilkan semua postingan

Siapa Suami Kita?

SEANDAINYA bisa memilih, pastinya para istri di dunia menginginkan pasangan hidup mereka bak selebritis. Tampan, kaya, baik hati, romantis, sholeh dan setia. Terbayang kan kalau sang suami itu pujaan banyak wanita, tapi ia menjatuhkan pilihannya pada hanya satu orang wanita, yaitu kita.
Seperti lagu-lagu cinta, suami siap menjadi teman untuk suka ataupun duka. Saat kita senang, ia memberikan penghargaaan dan pujian. “Saya bangga punya istri seperti kamu, sudah cantik,pinter lagi.” Melayang rasanya kalau kata-kata itu keluar dari suami tercinta. Atau saat kita bersedih ia berempati,”jangan sedih, biar saja orang lain tidak nerima dakwah kita, yang penting kan Allah dan saya ridho dan menerima,” sementara dadanya menjadi penampung tumpahan air mata kita. Sederhana tapi meringankan beban di dada.
Atau para istri juga berharap kalau suami selalu ingat tanggal kelahiran kita atau tanggal pernikahan kita, meskipun pernikahan itu sudah bertahun-tahun lamanya. Lalu di pagi hari sambil memeluk mesra ia berbisik lembut di telinga,”selamat ulang tahun saying, semoga panjang umur dan selalu diridhoi Allah,”. Kemudian ia mengeluarkan kado istimewa, sebatang coklat kegemaran kita. Rasanya tidak ada orang yang lebih berbahagia pada hari itu di dunia selain diri kita.
Para muslimah pastinya juga menginginkan suami-suami mereka rajin beribadah, semangat berdakwah, bertanggungjawab dan tidak lupa mengajak istrinya ikut serta meraih pahala. Begitulah kira-kira suami idaman setiap muslimah di dunia.
Tapi sadarlah wahai para muslimah, kita menikah dengan seorang manusia, makluk dari planet Bumi yang memiliki akal dan perasaan. Bukan dari pangeran dari negeri impian. Akal membuatnya berpikir yang baik dan buruk, yang dapat membuatnya mengambil keputusan yang menyenangkan, sesuai agama atau tidak. Ia juga punya perasaan yang berisi emosi, senang, gembira, sedih, terluka, kesal dan dendam.
Adakalanya ia berbuat kebaikan, tapi adakalanya ia berbuat salah. Adakalanya ia begitu romantis, perhatian dan rajin beribadah, tapi ada saatnya pula ia seperti lupa bahwa ada seorang wanita yang mencintainya. Pada saat itu banyak muslimah yang bingung menghadapi suami, bahkan yang kecewa dan kesal pun tidak sedikit. Utamanya para ibu muda.
Agar tidak banyak kecewa, sejak awal mari kita sadari jika pernikahan bukanlah garis lurus, tapi ia kurva kehidupan yang tidak bisa diduga polanya. Mereka yang sadarlah yang harus mengembalikannya pada jalan yang benar, dengan nasihat dan cinta, bukan dengan kebencian. Tidak ada salahnya kita mendengar nasihat seorang penulis terkenal, Mark Twain;”Bekerjalah bagaikan tak butuh uang. Mencintailah bagaikan tak pernah disakiti. Menarilah bagaikan tak seorang pun sedang menonton.”
Ya, berpikirlah positif tentang suami kita, maka rumah tangga akan terasa menyenangkan. Terimalah suami kita apa adanya sambil berikhtiar untuk bersama-sama memperbaikinya. Janganlah terbuai dengan impian ‘indah’ kita dan memaksanya terwujud pada suami kita dalam seketika. Ada yang memang dapat diwujudkan, adapula yang berproses, ada pula yang harus dimaklumi. Lagipula, banyak orang yang lupa untuk bersyukur atas apa yang ia miliki, sementara banyak orang yang menginginkan hal itu pada diri mereka.
Beri kesempatan suami kita untuk menenangkan dan memperbaiki diri. Karena ia pun sebenarnya tengah memberikan kesempatan memperbaiki diri kepada dirinya sendiri dan juga kita, para istri. []
Sumber: Mengapa Menikah Itu Menyenangkan?. M. Iwan Januar. Bogor: Al Azhar Fresh Zone
Lanjut..

pendaftaran Santri Rehabilitasi Baru


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Kami turunkan dari Al-Qur’an ini, yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang mukmin.”(Al Israa’:82)
Dengan banyaknya fenomena Kenakalan Remaja, Gangguan jiwa,Narkoba baik fisik, mental, maupun spiritual
" Alahamdulillah Memasuki Tahun 2016 Pondok rehabilitasi Quranic Healing Indonesia Membuka pendaftaran Santri Baru
..
' Pendaftaran Di mulai sekarang
' Senin Tgl 04 Januari 2016 Masuk
' Kuota Terbatas 20 Santri,sebagian Kamar asrama belum siap
' Asrama di Tengah Kota ujung batu jln Jend Sudirman.rokan hulu Riau
' info Lebih lanjut Call/Wa +6285355991986
PROGRAM PONDOK PESANTREN REHABILITASI QHI
" Rehabilitasi korban-korban narkoba
" Masalah Gangguan Kejiwaan/Mental ( stress, Depresi, kegilaan,sihir,jin. dll )
" Pembinaan dan pembentukan karakter untuk Kenakalan Remaja
" Konseling Masalah Rumah tangga
" Konseling Masalah Sosial dan " Kemasyarakatan
" Konseling & Pengobatan Masalah-masalah Fisik dan Non Fisik
" Mencetak praktisi-praktisi ruqiyyah syar’iyyah bertauhid dengan tehnik " penyembuhan Qurani, menggali lebih dalam seni dan pendayagunaan energy Al Qur’an dan Do’a.
Mencetak praktisi-praktisi Thibunnabawi Handal yang Siap berdakwah di lapangan
" Merehab pemahaman atau perspective seorang muslim, mengarahkan kembali orientasi hidup ke Akhirat, melembut kan hati nya dan kemudian di sehatkan dengan metode Quranic Healing.
" Silahkan di Share Semoga jadi info bagi saudara yg membutuhkan.
Dan menjadi amal bagi yg membagikan.
Lanjut..
 
Sahabat Abu Qhois Sidomulyo S,ag - Berbagi Untuk Kemaslahatan Umat : Info Pon Pes Rqhi : 085355991986