BELAJAR MENGENAL DUNIA INTELIJEN
PENTING NYA MENGENAL DUNIA INTELIJEN
Intelijen dalam bahasa Inggris intelligence, adalah informasi yang dihargai atas ketepatan waktu dan relevansinya, bukan detil dan keakuratannya. Berbeda dengan "data", yang berupa informasi yang akurat, atau "fakta" yang merupakan informasi yang telah diverifikasi. Intelijen kadang disebut "data aktif” atau "intelijen aktif". Informasi ini biasanya mengenai rencana, kepu
tusan, dan kegiatan suatu pihak yang penting untuk ditindaklanjuti, atau dianggap berharga dari sudut pandang organisasi pengumpul intelijen.
tusan, dan kegiatan suatu pihak yang penting untuk ditindaklanjuti, atau dianggap berharga dari sudut pandang organisasi pengumpul intelijen.
Kata 'intelijen' juga sering digunakan untuk menyebut pelaku pengumpul informasi ini, baik sebuah dinas intelijen maupun seorang agen. Pada dinas intelijen dan dinas terkait lainnya, intelijen merupakan data aktif, ditambah dengan proses dan hasil dari pengumpulan dan analisa data tersebut, yang terbentuk oleh jaringan yang kohesif.
Informasi yang dikumpulkan bisa sulit untuk didapatkan, atau bahkan informasi rahasia yang didapatkan dengan spionose (memata-matai), atau dapat juga berupa informasi yang tersedia bebas, di Surat kabar atau internet. Secara tradisional, pengumpulan data intelijen berupa pengumpulan informasi dari segala sumber, lalu penyimpanan dan pengurutan informasi tersebut, dan diperkirakan sebagian kecil dari yang terkumpul akan berguna kemudian. Hasil dari pengumpulan intelijen (produk), sumber dan metode pengumpulannya (tradecraft) seringkali dirahasiakan.
Kegiatan intelijen ini dalam Alquran dan hadits disebut tajassus. Dalam bahasa Arab, istilah tajassus mempunyai konotasi “memata-matai", melakukan spionase, dan "mencoba mendapatkan informasi tentang" (Munir Ba'albakki, al-Maurid, kata "tajassus'). Dalam istilah fikih, tajassus berarti kegiatan tafahush al akhbar, yaitu mencari, memonitor, memeriksa, menyelidiki, mengeksplorasi dan menyimpul¬kan informasi. Kegiatan tafahush al-akhbar disebut tajassus, ketika informasi yang ada, baik yang masih rahasia maupun terbuka, dikumpulkan, dimonitor, diperiksa, diselidiki untuk ditelaah dan disimpulkan.
Kegiatan mencari, memonitor dan mengumpulkan informasi tidak disebut tajassus,
jika tidak disertai investigasi, telaah dan penyimpulan. Sebagaimana yang dilakukan oleh wartawan (an-Nabhani, as ¬Syakhshiyyah al-Islamiyyah, Juz 11, hal.204).
jika tidak disertai investigasi, telaah dan penyimpulan. Sebagaimana yang dilakukan oleh wartawan (an-Nabhani, as ¬Syakhshiyyah al-Islamiyyah, Juz 11, hal.204).

0 komentar:
Posting Komentar